Giat TPP Bireuen Menjadi Agen Perlinsos, Kawal Bansos Tepat Sasaran di Tingkat Gampong
BIREUEN - Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kabupaten Bireuen menunjukkan komitmen baru. Tidak hanya mengawal Dana Desa, seluruh TPP kini juga aktif berperan sebagai Agen Perlinsos (Perlindungan Sosial) untuk memastikan bantuan sosial tepat sasaran di gampong-gampong.
Salah satu peserta yang aktif dalam giat ini adalah Masdiana, Pendamping Desa Kecamatan Peusangan, dan Baidi Mukhlis, PLD Gampong Blang Kuta Coh Kecamatan Simpang Mamplam. Koordinator TPP Kabupaten Bireuen menjelaskan, peran baru ini sangat penting untuk mensinergikan data kemiskinan di desa. Selama ini data DTKS, data P3KE, dan data SDGs Desa sering tidak sinkron."TPP adalah orang yang paling tahu kondisi riil di gampong. Jadi sangat tepat jika TPP menjadi agen perlinsos. Tugasnya adalah membantu Keuchik melakukan verifikasi dan validasi data warga miskin, mengawal penyaluran BLT Dana Desa, PKH, BPNT, dan memastikan tidak ada warga miskin yang tertinggal," jelasnya.Apa Tugas TPP sebagai Agen Perlinsos? Verifikasi Data: Mencocokkan data penerima bansos dengan kondisi faktual di lapangan. Edukasi Warga: Menjelaskan mekanisme pengusulan DTKS melalui Musyawarah Gampong.Pengawalan Penyaluran: Memastikan bansos disalurkan tanpa potongan dan tepat orang.Pengaduan: Menjadi jembatan pengaduan warga terkait bansos yang bermasalah.
Pendamping Desa Masdiana yang bertugas di Kecamatan Peusangan menyambut baik peran baru ini. "Selama ini kami sering menemukan warga yang seharusnya dapat, tapi tidak dapat. Atau sebaliknya. Dengan menjadi Agen Perlinsos, kami bisa membantu desa untuk memperbaiki data. Kalau data SDGs Desa akurat, otomatis DTKS juga akan akurat," ujar Masdiana. Senada dengan itu, PLD Baidi Mukhlis menambahkan, peran ini membuat pendamping semakin dekat dengan warga miskin. "Contoh di Gampong Blang Kuta Coh, kami langsung cek ke rumah warga penerima BLT. Kita pastikan mereka memang layak. Kita juga bantu Keuchik agar penyaluran BLT Dana Desa tidak tumpang tindih dengan PKH dan BPNT. Ini bentuk keadilan sosial," ungkap Baidi Mukhlis. Dengan adanya giat TPP Bireuen sebagai Agen Perlinsos ini, diharapkan angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Bireuen dapat ditekan secara signifikan dan penyaluran bantuan sosial tahun 2026-2027 menjadi lebih transparan, akuntabel, dan berkeadilan.

Komentar
Posting Komentar