TPP Bireuen Ikuti Bimtek Nasional Berbasis Digital untuk Percepatan Penurunan Stunting

Tenaga Pendamping Profesional (TPP) yang terdiri atas Pendamping Desa (PD) dan Pendamping Lokal Desa (PLD) di Kabupaten Bireuen, Kabupaten Bireuen, bersama TPP lainnya di Aceh mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) secara daring, Selasa (29/9/2026).

Bimtek yang digelar melalui Zoom Meeting tersebut berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga 16.30 WIB, dengan agenda Peningkatan Kapasitas melalui Pemanfaatan Modul E-Learning Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (P3S) di Desa Provinsi Aceh.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Direktorat Pengembangan Sosial Budaya dan Lingkungan Desa dan Perdesaan, Direktorat Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan, dengan dukungan INEY Tahap 2.



Salah satu peserta Helmi Dharmawan mengatakan, kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran bersama bagi para pendamping desa untuk memperkuat kemampuan teknis sekaligus menyamakan pemahaman dalam menjalankan tugas pendampingan di lapangan.

Menurutnya, materi yang diberikan cukup komprehensif, mulai dari pembelajaran mandiri, persoalan stunting di desa, kebijakan dan mekanisme konvergensi P3S, pengorganisasian kelembagaan, perubahan iklim dan ketahanan pangan, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), fasilitasi pendataan dan pelaporan e-HDW, hingga pemanfaatan data dan pelaksanaan rembuk stunting.



Peserta juga dipersiapkan mengikuti simulasi pembelajaran digital dengan menyiapkan laptop, akun e-HDW KPM, akun e-HDW admin desa, akun e-HDW kecamatan, serta dokumen PDF sebagai bahan simulasi.

Helmi Dharmawan, yang juga Korcam TPP Kecamatan Gandapura menyampaikan apresiasi terhadap langkah Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) yang terus membuka ruang peningkatan kapasitas bagi para pendamping desa.

“Kami mengapresiasi Kemendes PDT yang terus memberikan perhatian terhadap peningkatan kapasitas pendamping desa. Bimtek seperti ini sangat penting karena pendamping dituntut terus mengikuti perkembangan, baik dalam pengelolaan data, kesehatan masyarakat, sosial budaya, ketahanan pangan maupun pembangunan desa,” ujar Helmi.



Menurutnya, penggunaan sistem pembelajaran berbasis digital juga memberikan kemudahan bagi pendamping di berbagai daerah untuk tetap mengikuti peningkatan kapasitas secara terarah tanpa harus meninggalkan wilayah tugas.

“Kami melihat Kemendes PDT tidak hanya berbicara tentang pembangunan desa, tetapi juga terus membangun kapasitas orang-orang yang bekerja mendampingi desa. Ini penting, karena kualitas pendamping pada akhirnya ikut menentukan kualitas proses pendampingan di lapangan,” katanya.



Bagi TPP di Kabupaten Bireuen, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi, memperbarui pengetahuan, dan meningkatkan kesiapan pendamping dalam menghadapi berbagai kebutuhan pembangunan desa.

Dukungan terhadap peningkatan kapasitas tersebut dinilai penting agar pendamping desa tidak berhenti pada pendampingan administratif, tetapi juga mampu menjadi bagian dari proses penguatan pembangunan desa yang berbasis data, koordinasi, dan kebutuhan masyarakat. (*)





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pemutakhiran Indeks Desa 2026 di Peusangan Siblah Krueng: Sejumlah Desa Berpotensi Turun Status

Tingkatkan Kualitas Pelaporan Pemanfaatan Dana Desa, PLD Peusangan Ikuti IST Pengisian Form PDD bersama PD