Bukan Sekadar Rembug! Geulanggang Gampong Tancap Gas Perangi Stunting, 43 Ibu Hamil Jadi Perhatian

Mencegah stunting di Gampong Geulanggang Gampong, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen, tak berhenti pada wacana. Pemerintah gampong bersama tenaga kesehatan, kader, pendamping desa dan lintas sektor memperkuat langkah pencegahan sejak dari masa kehamilan.


Langkah tersebut mengemuka dalam Pra-Musrenbang Tematik Stunting yang digelar di Meunasah Gampong Geulanggang Gampong, Rabu (23/9/2026). Forum ini menjadi ruang bersama untuk memetakan persoalan kesehatan sekaligus merumuskan kebutuhan program yang akan menjadi bagian dari Rencana Kerja Pemerintah Gampong (RKPG) Tahun Anggaran 2027.

Keuchik Geulanggang Gampong, Teuku Saifunna, menegaskan rembug tematik stunting bukan sekadar agenda administratif. Forum tersebut harus menghasilkan langkah nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Hasil rembug hari ini harus menjadi acuan dalam menyusun usulan program gampong tahun depan, khususnya bidang kesehatan. Kita ingin program yang direncanakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” tegas Teuku Saifunna.

Gampong Geulanggang Gampong terdiri dari empat dusun, yakni Dusun Cureh Barat, Cureh Selatan, Cureh Timur dan Cureh BTN Ku Pula Indah, dengan sekitar 1.231 kepala keluarga.

Meski hingga kini tidak ditemukan kasus stunting maupun gizi buruk, pemerintah gampong tetap tidak ingin lengah. Masih adanya kondisi gizi kurang menjadi perhatian dan akan ditindaklanjuti melalui pemantauan tenaga kesehatan dan kader.

“Alhamdulillah, untuk stunting dan gizi buruk tidak ada. Tetapi ada kondisi gizi kurang yang tetap harus kita perhatikan. Data dan penanganannya akan disampaikan oleh bidan dan kader karena mereka yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” ujarnya.

Bidan Desa Geulanggang Gampong, Nana Fitriani, menyampaikan bahwa pencegahan stunting harus dimulai jauh sebelum anak lahir.

Karena itu, Kelas Ibu Hamil diperkuat sebagai salah satu instrumen edukasi dan pendampingan. Kegiatan tersebut kini dilaksanakan secara terpisah dari Posyandu dan dijadwalkan pada minggu ketiga setiap bulan.

Langkah tersebut dimaksudkan agar ibu hamil mendapatkan pembelajaran yang lebih fokus mengenai kehamilan sehat, persiapan persalinan, kesehatan ibu dan bayi hingga pencegahan stunting.

Materi yang diberikan mencakup pemenuhan gizi selama kehamilan, persiapan persalinan, ASI, imunisasi, makanan bergizi, kesehatan reproduksi, pencegahan kehamilan berisiko serta pemantauan kesehatan ibu dan anak.

Edukasi juga menyoroti faktor risiko 4T, yakni terlalu muda hamil, terlalu tua hamil, terlalu dekat jarak kehamilan dan terlalu banyak anak.

Tidak sekadar ceramah, metode pembelajaran dibuat lebih interaktif melalui video edukasi, bermain peran, komik edukasi hingga aktivitas fisik.


Laporan dari Muhammad
TPP Bireuen


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pemutakhiran Indeks Desa 2026 di Peusangan Siblah Krueng: Sejumlah Desa Berpotensi Turun Status

Tingkatkan Kualitas Pelaporan Pemanfaatan Dana Desa, PLD Peusangan Ikuti IST Pengisian Form PDD bersama PD

TPP Bireuen Ikuti Bimtek Nasional Berbasis Digital untuk Percepatan Penurunan Stunting